Teknik Metode Demonstrasi

            Soelaiman Joesoef[1] Demonstrasi merupakan teknik yang paling efektif dan baik sebab para pesertanya “mengalami dan berbuat menurut apa yang harus dipalajari”, sehingga dapat memberikan pengertian yang lebih konkret dan mendalam.
           Dalam teknik demonstrasi, maka syarat-syaratnya adalah pertama guru harus percaya apa yang akan didemonstrasikan dan tidak boleh ragu-ragu dalam keyakinanya, kedua harus dipersiapkan dengan matang, baik persiapan tenaga pelaksana maupun barang-barangnya, alat-alat yang digunakan, ketiga Lakukan demonstrasi dengan sederhana, terang dan mudah sehingga orang-orang dapat mengikuti dengan jelas. Berikan penjelasan yang mudah ditangkap dan teratur, keempat harus dipelihara minat para pesertanya agar selalu orang-orang dapat dikonsentrasikan pada demonstrasi yang dikerjakan. Misalnya : dengan menyelipkan pertanyaan atau, kelima waktu penyelenggaraan harus diatur setepat-tepatnya sehingga isi/bahan yang disampaikan dapat terlaksana didemonstrasikan, keenam tempat penyelenggaraan harus diatur sedemikian rupa sehingga semua yang hadir dapat mengikuti semua demonstrasi yang dilaksanakan.
            Martinis Yamin[2] Metode demonstrasi ini sangat efektif menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan seperti : bagaimana prosesnya ? terdiri dari unsur apa ? cara mana yang paling baik bagaimana dapat diketahui kebenarannya ? melalui pengamatan induktif.
        Metode demonstrasi dapat dilaksanakan, pertama apabila kegiatan pembelajaran bersifat formal, atau latihan kerja, kedua bila materi pelajaran berbentuk keterampilan gerak, ketiga apabila guru, pelatih, instruktur bermaksud menyederhanakan penyelesaian kegiatan yang panjang, baik yang menyangkut pelaksanaan suatu prosedur maupun dasar teorinya, keempat pengajar bermaksud menunjukan suatu standar penampilan, kelima untuk menumbuhkan motivasi siswa tentang latihan / praktik yang kita laksanakan, keenam untuk dapat mengurangi kesalahan-kesalahan bila dibandingkan dengan kegiatan hanya mendengar ceramah atau membaca di dalam buku, karena siswa memperoleh gambaran yang jelas dari hasil pengamatannya, ketujuh bila beberapa masalah yang menimbulkan pertanyaan pada siswa dapat dijawab lebih teliti waktu proses demonstrasi, kedelapan bila siswa turut aktif bereksperimen, maka ia akan memperoleh pengalaman-pengalaman praktik untuk mengembangkan kecakapan dan memperoleh pengakuan dan pengharapan dari lingkungan sosial.


[1] Soelaiman Joesoef. 2004. Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah. Surabaya : PT Bumi Aksara, hal 122
[2] Martinis Yamin. 2007. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press, hal 155

Comments

Popular posts from this blog

Kelebihan dan Kelemahan Metode Kerja Kelompok

Keunggulan dan Kelemahan Metode Demonstasi

Ciri-ciri Metode Kerja Kelompok yang Baik