Upaya Guru dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa dengan Metode Demonstasi
Salah satu upaya guru dalam meningkatkan prestasi hasil belajar siswa,guru harus membuat siswa dalam belajarnya tidak merasa jenuh salah satunya dengan belajar menggunakan metode demonstrasi. Belajar dengan menggunakan metode demonstasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kepribadian siswa dalam belajar berfikir kritis dan dapat saling bertukar pikiran dengan sesama teman.
Belajar dengan menggunakan metode demonstasi ini dapat membangkitkan minat belajar siswa, apabila siswa senang terhadap penggunaan metode yang diberikan oleh gurunya, maka siswa akan mudah memahami materi yang diberikan oleh gurunya,sehingga prestasi belajarnya akan baik.
Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakanya. Oleh sebab itu,guru harus memikirkan dan membuat perencanaan seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya dalam mempebaiki kualitas mengajarnya.
Guru membuat perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas, penggunaan metode mengajar, strategi mengajar, maupun sikap dan karekteristik guru dalam mengelola mengajar, bertindak selaku fasilitator yang berusaha menetapkan kondisi belajar yang efektif, sehingga memungkinkan proses belajar mengajar, mengembangkan bahan pelajaran dengan baik, dan meningkatkan siswa untuk menyimak pelajaran serta menguasainya tujuan-tujuan pendidikan yang harus mereka capai[1].
Belajar dengan menggunakan metode demonstasi ini dapat membangkitkan minat belajar siswa, apabila siswa senang terhadap penggunaan metode yang diberikan oleh gurunya, maka siswa akan mudah memahami materi yang diberikan oleh gurunya,sehingga prestasi belajarnya akan baik.
Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kuantitas dan kualitas pengajaran yang dilaksanakanya. Oleh sebab itu,guru harus memikirkan dan membuat perencanaan seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya dalam mempebaiki kualitas mengajarnya.
Guru membuat perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas, penggunaan metode mengajar, strategi mengajar, maupun sikap dan karekteristik guru dalam mengelola mengajar, bertindak selaku fasilitator yang berusaha menetapkan kondisi belajar yang efektif, sehingga memungkinkan proses belajar mengajar, mengembangkan bahan pelajaran dengan baik, dan meningkatkan siswa untuk menyimak pelajaran serta menguasainya tujuan-tujuan pendidikan yang harus mereka capai[1].
Comments
Post a Comment