Pengertian dan Latar Belakang Motivasi
Menurut Uzer Usman[1] motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan atau kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Adapun motivasi timbul dari diri sendiri dan dari luar sebagai berikut :
a. Motivasi Intrinsik
Jenis motivasi ini timbul sebab akibat dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan dari orang lain, tetapi atas kemauan sendiri. Misalnya anak mau belajar karena ingin memperoleh ilmu pengetahuan dan ingin menjadi orang berguna bagi nusa, bangsa dan negara. Oleh karena itu, ia rajin belajar tanpa ada suruhan dari orang lain.
b. Motivasi Ekstrinsik
Jenis motivasi ini timbul sebagian akibat pengaruh dari luar individu, apakah adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Untuk membangkitkan motivasi belajar siswa, guru hendaknya berusaha dengan berbagai cara.
- Kompetensi (persaingan): Guru berusaha menciptakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajar.
- Pace making (membuat tujuan sementara atau dekat) pada awal kegiatan belajar-mengajar guru, hendaknya terlebih dahulu menyampaikan materi kepada siswa.
- Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan.
- Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar
- Mengadakan penilaian atau tes: Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik.
[1]Moh Uzer
Usman.2009. Menjadi Guru Profesional. Bandung : PT Remaja Rosdakarya,
hal 22
Comments
Post a Comment