Tips Supaya Belajar Mengajar Berjalan dengan Efektif
Menurut Uzer Usman[1]menyarankan agar guru mampu mengelola proses belajar mengajar yang memberikan rangsangan kepada siswa, sehingga ia mau belajar karena memang siswalah subyek utama dalam belajar. Dalam menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif sedikitnya ada lima jenis variabelyang menentukan keberhasilan belajar siswa,yaitu sebagai berikut:
1. Membangkitkan Motivasi Siswa
Motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan kesepiannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan atau kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu
2. Prinsip Individualitas
Masalah utama dalam pendekatan belajar mengajar ialah masalah perbedaan individual. Setiap guru memahami bahwa tidak semua murid dapat mempelajari apa-apa yang ingin dicapai oleh guru. Pengajaran individual bukanlah semata-mata pengajaran yang hanya ditunjukan kepada seorang saja, melainkan dapat saja ditunjukan kepada sekelompok siswa atau kelas, namun dengan mengakui dan melayani perbedaan-perbedaan sisiwa sehingga pengajaran itu memungkinkan berkembangnya potensi masing-masing siswa secara optimal
Ketika guru mengajar secara kalsikal pada hakikatnya kurang sesuai dengan prinsip individualitas ini. Setidaknya guru harus menyadari bahwa setiap individu siswa memiliki perbedaan. Oleh karena itu, guru hendaknya menyadari dan memakluminya apabila ada siswa yang cepat menerima dan memahami pelajaran yang diberikannya atau bahkan sebaliknya ada yang lemah atau lambat dalam menerima pelajaran dan tidak cukup dengan sekali dijelaskan, yang akhirnya memerlukan bimbingan khusus.
Alat peragaan pengajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikannya kepada siswa dan mencegah terjadinya ketidak pahaman pada siri siswa. Pengajaran yang menggunaka banyak verbalisme tentu akan segera membosankan, sebaliknya pengajaran akan lebih menarik bila siswa gembira belajar atau senang karena mereka merasa tertarik dan mengerti pelajaran yang diterima.
Kondisi belajar mengajar yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat ini sangat besar pengaruhnya terhadap belajar sebab dengan minat seseorang akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya, tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Misalnya seorang menaruh minat terhadap bidang kesenian, maka ia akan berusaha untuk mengetahui lebih banyak tentang kesenian.
Dari pendapat diatas, penulis berpendapat bahwa Perhatian bersifat lebih sementara dan ada hubungannya dengan minat. Perbedaannya ialah minat sifatnya menetap sedangkan perhatian sifatnya sementara, adakalanya menghilang. Misalnya seorang anak sedang belajar di ruang depan, tiba-tiba adiknya menangis. Ia mendekatinya. Hilanglah perhatian anak itu terhadap belajar. Bila tidak ada perhatian ia tidak mungkin dapat belajar. Jadi perhatian itu sebentar hilang, sebentar timbul lagi, sedangkan minat selalu atau tetap ada.
5. Melibatkan Siswa Secara Aktif
Mengajar adalah membimbing kegiatan belajar siswa sehingga ia mau belajar (menurut William Burton). Dengan demikian, aktifitas muncul sangat diperlukan dalam kegiatan belajat mengajar sehingga muridlah yang seharusnya aktif, sebab murid sebagai subyek didik adalah merencanakan, dan ia sendiri yang melaksanakan belajar.
Aktifitas belajar murid yang dimaksud di sini adalah aktifitas jasmaniah maupun aktifitas mental. Aktifitas belajar murid dapat digolongkan ke dalam beberapa hal:
1. Aktifitas Visual (visual activities) seperti membaca,menulis melakukan eksperimen.
2. Aktifitas lisan (oral activities) seperti bercerita, sajak, Tanya jawab.
3. Aktifitas mendengarkan (listening activities) seperti mendengarkan penjelasan guru,ceramah,pengarahan.
4. Aktifitas gerak (motor activities) seperti mengarang, menggambar,membuat makalah, membuat surat[2].
Adapun cara meningkatkan keterlibatan siswa :
- Kenalilah dan bantulah anak-anak yang kurang terlibat. Selidiki apa yang menyebabkannya dan usaha apa yang bisa di lakukan untuk meningkatkan partisipasi anak tersebut.
- Siapkanlah siswa secara tepat, persyaratan awal yang diperlukan anak untuk dipelajari tugas belajar yang baru.
- Sesuaikan pengajaran dengan kebutuhan-kebutuhan individual siswa. Hal ini penting untuk meningkatkan usaha dan keinginan siswa agar berperan secara aktif dalam kegiatan belajar.
Comments
Post a Comment