Keunggulan dan Kelemahan Metode Demonstrasi

        Menurut Abu Ahmadi[1] Keunggulan metode demonstrasi adalah pertama perhatian anak akan terpusat kepada apa yang di demonstrasikan dan memberikan kemungkinan berpikir lebih kritis, kedua memberi pengalaman praktis yang dapat membentuk perasaan dan kemauan anak, ketiga akan mengurangi kesalahan dalam mengambil kesimpulan, karena akan mengamati langsung terhadap suatu proses, keempat dengan metode ini sekaligus masalah-masalah yang mungkin timbul dalam hati anak-anak dapat dijawab.
         Menurut Abu Ahmadi[2] Kelemahan melaksanakan metode demonstrasi adalah pertama biasanya akan memerlukan waktu yang banyak, kedua apabila kekurangan alat-alat peraga, padahal alat-alatnya tidak sesuai dengan kebutuhan, maka metode ini kurang efektif, ketiga metode ini sukar dilaksanakan apabila anak belum matang untuk melaksanakan demonstrasi, keempat alat-alat yang tidak didemonstrasikan dalam kelas karena besarnya atau karena harus dibantu dengan alat-alat yang lain.
      Menurut Munjin Nasih dan Lilik Nur Kholidah[3] Kelemahan melaksanakan metode demonstrasi adalah pertama demonstrasi merupakan metode yang kurang tepat apabila alat yang didemonstrasikan tidak diamati dengan seksama oleh siswa. Misalnya alat itu terlalu kecil atau penjelasan-penjelasan tidak jelas, kedua demonstrasi menjadi kurang efektif apabila tidak diikuti dengan sebuah aktifitas di mana siswa sendiri dapat ikut bereksperimen dan menjadikan aktifitas itu sebagai pengalaman yang berharga, ketiga tidak semua hal dapat didemonstrasikan di dalam kelas. Misalnya alat-alat yang sangat besar atau yang berada di tempat lain yang jauh dari kelas, keempat kadang-kadang, apabila sesuatu alat dibawa ke dalam kelas kemudia didemonstrasikan, siswa melihat sesuatu yang berlainan dengan proses jika berada dalam situasi yang sebenarnya.
         Menurut Admad Munjin Nasih dan Lilik Nur Kholidah[4] Kekurangan tersebut dapat diatasi melalui langkah-langkah metode demonstrasi yaitu pertama merumusakan tujuan yang jelas dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat tercapai atau dilaksanakan oleh siswa itu sendiri bila demonstrasi berakhir, kedua menetapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilaksanakan dan selanjutnya sebelum demonstrasi dilakukan oleh guru sudah dicobakan terlebih dahulu supaya tidak gagal pada saat dilaksanakan dikelas, ketiga memperhitungkan waktu yang dibutuhkan. Apakah tersedia waktu untuk memberi kesempatan siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa untuk merangsang observasi, keempat selama demosntarsi berlangsung guru bertanya pada diri sendiri apakah keterangan-keterangan itu dapat didengar dengan jelas oleh siswa, apakah alat itu telah ditempatkan pada posisi yang baik sehingga setiap siswa dapat melihat dengan jelas, kelima menetapkan rencana untuk meprestasi kemajuan siswa.
         J.J. Hasibuan[5] mengemukakan manfaat yang dapat diperoleh dari metode demonstrasi, antara lain adalah sebagai berikut, pertama perhatian siswa dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh pengajar sehingga siswa menangkap hal-hal yang penting. Perhatian siswa lebih mudah dipusatkan kepada proses belajar, dan tidak tertuju kepada hal lain, kedua dapat mengurangi kesalahan-kesalahan bila dibandingkan dengan hanya membaca atau mendengarkan keterangan guru. Sebab siswa memperoleh persepsi yang jelas dari hasil pengamatannya, ketiga bila siswa turut aktif melakukan demonstrasi, maka siswa akan memperoleh pengalaman praktek untuk mengembangkan kecakapan dan keterampilan, keempat beberapa masalah yang menimbulkan pertanyaan siswa akan dapat dijawab waktu mengamati proses demonstrasi.


[1] Abu Ahmadi. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia, hal 62
[2] Abu Ahmadi. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia, hal 63
[3] Nasih, Ahmad Munjin dan Lilik Nur Kholidah. 2009. Metode dan Teknik Pembelajaran ( Pendidikan Agama Islam ). Malang : PT. Refika Aditama, hal 64
[4] Nasih, Ahmad Munjin dan Lilik Nur Kholidah. 2009. Metode dan Teknik Pembelajaran ( Pendidikan Agama Islam ). Malang : PT. Refika Aditama, hal 65
[5] J.J Hasibuan dan Muedjiono. 2002. Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, hal 30

Comments

Popular posts from this blog

Kelebihan dan Kelemahan Metode Kerja Kelompok

Keunggulan dan Kelemahan Metode Demonstasi

Ciri-ciri Metode Kerja Kelompok yang Baik