Tujuan Metode Demonstrasi

       Menurut Muhibin Syah[1] Setiap kegiatan yang dilakukan pasti mempunyai tujuan. Begitu juga dengan metode demonstrasi yang berkaitan dengan pendidikan atau pengajaran. Adapun tujuan metode demonstrasi dalam proses belajar mengajar adalah untuk memperjelas pengertian konsep dan memperlihatkan cara melakukan sesuatu atau proses terjadinya sesuatu.
         Menurut Nana Sudjana[2] tujuan dari metode demonstrasi adalah untuk memperagakan atau mempertunjukkan suatu keterampilan yang akan dipelajari siswa. Pendapat tersebut sejalan dengan dengan Roestiyah NK[3] yang menyebutkan bahwa tujuan metode demonstrasi adalah untuk memperlihatkan terhadap anak didik bagaimana sesuatu harus terjadi dengan cara yang paling baik.
         Dari berbagai uraian diatas maka dapat diambil suatu benang merahnya bahwasanya tujuan dari metode demonstrasi adalah untuk menghilangkan verbalisme dalam materi pelajaran, sehingga siswa akan semakin mengerti, memahami dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari terhadap materi yang telah dipelajarinya. Sedangkan ditinjau dari sudut tujuan penggunaanya dapat dikatakan bahwa metode demonstrasi bukan merupakan metode yang dapat diimplementasikan dalam proses belajar mengajar secara independen, karena metode demonstrasi merupakan alat bantu untuk memperjelas apa-apa yang diuraikan, baik secara verbal maupun secara tekstual.
        Jadi metode demonstrasi lebih berfungsi sebagai strategi mengajar yang digunakan untuk menjalankan metode mengajar tertentu seperti metode ceramah. Dalam Pendidikan Agama tidak semua masalah agama dapat didemonstrasikan, misalnya masalah akidah (keimanan kepada Allah Swt, Malaikat, Surga, Neraka, adanya siksa kubur, dan sebagainya). Akan tetapi metode demonstrasi ini banyak dipergunakan dalam bidang Ibadah dan Akhlak, misalnya bagaimana cara wudhu dan cara sholat yang benar, dan lain-lain.


[1] Muhibin Syah. 2008. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya, hal 208
[2] Nana Sudjana. 2010. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru. Algensindo, hal 217
[3] Roestiyah. 2002. Didaktik/Metodik. Jakarta : Bina Aksara, hal 76

Comments

Popular posts from this blog

Kelebihan dan Kelemahan Metode Kerja Kelompok

Keunggulan dan Kelemahan Metode Demonstasi

Ciri-ciri Metode Kerja Kelompok yang Baik